Tentang

Masjid Baitul Makmur

Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah didirikan pada tahun 1994 dan berada di area seluas 3,5 Ha untuk putra dan 1,5 Ha untuk putri. saat ini santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah ±1100 yang terdiri dari 650 putra dan 450 putri.

Masjid Baitul Makmur saat ini ini selain menjadi pusat ibadah, juga sebagai sentral kegiatan para santri, warga pesantren serta kegiatan masyarakat. Dan diantara kegiatan rutin yang ada di Masjid Baitul Makmur adalah kajian sore hari, kajian ba'da maghrib, Qiroatul Qur'an, halaqoh tahfidz, muhadhoroh, tabligh akbar, pertemuan para ta'mir masjid sekitar pesantren, kajian ilmiah mingguan, kajian ilmiah bulanan, insidental pembalajaran santri setiap hari dan kegiatan dakwah lain yang bermanfaat.

Seiring dengan perkembangan santri Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. Masjid Baitul Makmur yang dulunya cukup memadai, sekarang tidak dapat menampung peningkatan jamaah. Sehingga ketika sholat Jum'at atau ketika semua penghuni pesantren berkumpul di Masjid maupun ketika diselenggarakan kajian-kajian umum, Masjid yang sekarang sudah tidak dapat menampung lagi.

Masjid Baitul Makmur

Pihak pesantren bermaksud akan membangun kembali Masjid Baitul Makmur yang direncanakan menjadi dua lantai dengan ukuran 2.016 m persegi (36 x 56 m) dengan total dana yang dibutuhkan Rp. 13,8 Milyar atau Rp.6,85 juta per meter persegi. Lantai pertama akan difungsikan sebagai pusat perpustakaan dan kajian Islami sedangkan lantai kedua difungsikan sebagai tempat Ibadah. Sehingga diharapkan pemanfaatan Masjid akan lebih maksimal.

Bangun Masjid Walau Hanya Menyumbang Satu Bata

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Berarti penjelasan menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid … Masya Allah.

Penting Ikhlas Ketika Menyumbang

Berapa pun besar sumbangan untuk masjid harus didasari niatan ikhlas karena Allah. Jadi, pahala besar membangun masjid yang disebutkan dalam hadits yang kita kaji bisa diraih ketika kita ikhlas dalam beramal, bukan untuk cari pujian atau balasan dari manusia.

Dibangunkan Bangunan Semisal di Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

Infaq

  • BSM rek 7070090206 a.n. Mustaqim qq PP Darusy Syahadah
  • BRI unit Palem Simo rek 6658010166976536 a.n Yasmin Surakarta

Contact Person

  • 081335424103 (call & whatsapp)
  • 0852327150964 (call only)
  • 081225507005 (whatsapp only)

Tentang Darusy Syahadah

Berawal dari sebuah keprihatinan akan hilangnya Ilmu seiring dengan wafatnya para ulama’ amilin yang bermanhaj salafus shalih. Dan dikhawatirkan tiada lagi generasi pengganti semisal mereka yang senantiasa peka terhadap kondisi dan peduli terhadap penyebaran Ilmu-ilmu Syar’i. Maka yayasan Yasmin Surakarta merasa terpanggil untuk berupaya mendirikan sebuah lembaga pendidikan. Mulailah perintisan sebuah pesantren yang diberi nama “Darusy Syahadah” dari sana diharapkan tumbuh tunas-tunas muda yang siap mengembalikan torehan tinta emas untuk kejayaan Islam.