Kapan Lafadz Tatswib Dikumandangkan ketika Adzan?

Kapan Lafadz Tatswib Dikumandangkan ketika Adzan?

Pertanyaan:

Ucapan lafal tatswib (ashshalatu khairun minan naum) itu kapan? Apakah ketika adzan shalat malam atau ketika shalat subuh?

Jawaban:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah saw, keluarga dan para sahabatnya.

Masalah tatswib (ashshalatu khairun minan naum) sudah menjadi bahan perdebatan dikalangan ulama sejak dahulu.

Pendapat pertama menyatakan bahwa At Tatswib dilakukan pada adzan pertama sebelum adzan masuk waktu Subuh, dengan mendasarkan hadits Ibnu Umar yang berbunyi:

كَانَ ابْنُ عُمَرَ فِيْ الأَذَانِ الأَوَلِ بَعْدَ الْفَلاَحِ الصَّلاَةُ خَيْرٌ منَ النَّوْمِ مَرَّتَيْنِ

“Ibnu Umar dahulu berkata pada adzan awal setelah al falaah (ashshalatu khairun minan naum) dua kali.”

Hadits Abu Al Mahdzurah, dalam riwayat lainnya dengan lafadz:

وَإِذَا أَذَّنْتَ بِالْأَوَّلِ مِنْ الصُّبْح فَقُلْ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ

“Dan jika kamu beradzan di awal dari Subuh, maka ucapkanlah : ash-sholatu khairun minan naum. (HR. Abu Dawud, An Nasa-i, Ath Thahawi dan lainnya, dan hadits ini tercantum dalam Shahih Abu Dawud, no. 510-516).

(Syaikh al Albani) berkata: “Berdasarkan hal ini, maka kata الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ tidak termasuk lafadz adzan yang disyariatkan untuk mengajak orang shalat dan memberitahu masuknya waktu shalat. Akan tetapi, ia termasuk lafadz yang disyariatkan untuk membangunkan orang tidur”.

Ditambah lagi dengan hadits

إن بلالا يؤذن بليل، فكلوا واشربوا حتى يؤذن ابن أم مكتوم

Sesungguhnya Bilal melakukan adzan di malam hari (sebelum subuh). Makan dan minumlah kalian, sampai Ibnu Ummi Maktum adzan.” (HR. Muslim 1092).

Pendapat yang kedua menyatakan bahwa Tatswib dilakukan pada adzan Subuh. Dalilnya adalah hadis Abu Mahdzurah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sunnah adzan.” Kemudian beliau menyebutkannya. Hingga beliau bersabda setelah ucapan “hayya ‘alal falah.”,

فإن كان صلاة الصبح قلت : الصلاة خير من النوم الصلاة خير من النوم الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله

“Pada shalat subuh, engkau mengucapkan, “Ash-Shalatu khairum minan naum, ash-shalatu khairum minan naum, Allahu akbar, Allahu akbar.” (HR Abu Dawud: 500, Ahmad: 15379).

Diriwayatkan dari Bilal, ia berkata:

«أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أثوب في الفجر ونهاني أن أثوب في العشاء»

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk melakukan tatswib pada shalat fajar dan melarangnya pada shalat isya.” (HR Ibnu Majah: 715, Ahmad: 231914).

Dari Anas bin Malik berkata, “Termasuk sunnah adalah seorang muadzin berkata pada adzan fajar, “hayya ‘alal falah” kemudian berkata, ash-shalatu khairum minan naum”,Allahu akbar, Allahu akbar.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya, Ad-Daruquthny).

Adapun dalil dari kelompok pertama dapat dijawab sebagai berikut:

Lafal ‘adzan pertama’ dari shalat shubuh dalam hadits diatas maknanya bukan adzan pertama sebelum shubuh, akan tetapi adzan shubuh itu sendiri, sebab adzan dan iqomat bisa disebut dengan 2 adzan, jadi adzan adalah adzan pertama, dan iqamah adalah adzan kedua, dan kedua-duanya disebut adzan seperti sabda Nabi:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ

Di antara dua adzan itu ada shalat (sunnah)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian tentang adzan Bilal pada malam hari kemudian adzan waktu shubuh adalah Abdullah bin Ummi Maktum, bisa dijawab bahwa itu hanya berlaku pada bulan Ramadhan saja, berdasarkan hadits:

لاَ يَرُدُّكُمْ عَنْ سَحُوْرِكُمْ أَذَانُ بِلاَلٍ فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ لِيُوْقِظَ نَائِمَكُمْ وَ يَرْجِعَ قَائِمُكُمْ

Janganlah adzan Bilal menghalangi kalian dari sahur kalian, karena dia adzan untuk membangunkan yang masih tidur dan agar yang shalat malam kembali (istirahat untuk siap-siap shalat shubuh atau sahur).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa adzan itu untuk membangunkan orang yang masih tidur agar bersahur dan orang yang sedang shalat (malam) agar kembali, sehingga dia mengetahui dekatnya waktu sahur kemudian dia menyelesaikan shalatnya. Maka tidak ada kebutuhan di dalam keadaan ini untuk menyebutkan ashalatu khairun minan naum. Sebagaimana fatwa Syaikh Abdullah Ibnu Abdirrahman Al Jibrin.

Dan juga diriwayatkan dari Bilal, ia berkata:

«أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أثوب في الفجر ونهاني أن أثوب في العشاء»

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk melakukan tatswib pada shalat fajar dan melarangnya pada shalat isya.”

Wallahu a’lam bishshawab.